Langsung ke konten utama

Usaha Jalan, Ajukan Proposal

Sektor permodalan lagi-lagi menjadi salah satu kendala pengembangan usaha UKM. Persyaratan yang umumnya sulit dipenuhi UKM ketika berhadapan dengan perbankan, membuat mereka memilih berjalan dengan modal sendiri yang terbatas.

Kewajiban kalangan BUMN menyalurkan sebagian laba bersihnya untuk program kemitraan bagi UKM, merupakan salah satu solusinya.

Kabag Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII, Soepeno Aji mengatakan, program kemitraan yang sudah dijalankan pihaknya selama ini banyak membantu UKM sektor industri kecil atau produk rumahan, serta pedagang kecil.

“Mereka mendapatkan kredit dengan bunga 6 persen per tahun,” jelas Soepeno, Jumat (2/4).

Menurutnya, kepedulian BUMN dalam memberikan bantuan kepada UKM didasari oleh besarnya potensi sektor itu untuk berkembang, selain diharapkan akan mampu menyerap tenaga kerja baru.

Sebetulnya, lanjutnya, tak sulit bagi UKM untuk bisa mendapatkan bantuan dalam program kemitraan ini. Terutama, usaha UKM bersangkutan minimal harus sudah berjalan selama setahun. Selain itu, usahanya harus prospektif, serta memiliki identitas yang jelas dan benar.

“Jika usahanya sudah berjalan, silakan mengajukan proposal, disertai keterangan soal omzet, aset dan identitas pemilik,” ulas Soepeno. surya.co.id

Postingan populer dari blog ini

Peluang Usaha Kreatif Daur Ulang Limbah

Banyaknya limbah atau sampah yang setiap harinya diproduksi masyarakat, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yang ada di sekitar mereka. Segala macam usaha dilakukan pemerintah dan instansi swasta untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah sampah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program pemerintah untuk mengolah semua sampah, ternyata dimanfaatkan sebagian masyarakat menjadi peluang usaha baru yang bertujuan menyelamatkan lingkungan dari limbah sampah. Dengan munculnya peluang bisnis kreatif daur ulang limbah, dapat mengurangi jumlah limbah yang menumpuk serta memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku bisnisnya. Limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, dengan kreativitas dan inovasi dari para pelaku bisnis, limbah sampah dapat didaur ulang dan dirubah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Limbah organik seperti kayu, dedaunan, kulit telur serta tulang hewan dapat didaur ulang dan diolah menjadi berbagai kerajinan unik atau d...

Wadahi UKM Pemula

Tak sedikit pelaku usaha kerajinan yang dikenal kalangan luas setelah berani menjual produknya di pusat-pusat perbelanjaan. Tak sedikit pula masyarakat yang mendapatkan ide dari melihat atau membeli barang-barang yang ditawarkan UKM di mal. Nah, kepedulian pusat perbelanjaan inilah yang diwujudkan Royal Plaza Surabaya terhadap kreasi perajin di Jatim. Saat ini, paling tidak terdapat dua lantai di pusat perbelanjaan itu yang sebagian besar dipenuhi pelaku UKM. Manager Promosi Royal Plaza Surabaya Vicky Ratih mengatakan, sejak pusat perbelanjaan ini dioperasikan, pihaknya bertekad untuk mewadahi pelaku UKM agar produknya dikenal. “Awalnya memang kami bekerja sama dengan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Surabaya, mereka aktif memberi pelatihan dan menyewakan stan bagi UKM anggotanya,” papar Vicky. Tak disangka, produk yang dihasilkan UKM mendapat respon positif dari pengunjung. Banyak pihak pun berpendapat bahwa lokasi tersebut cukup potensial untuk memajang produk UK...

Mainan Tempo Dulu Rezeki Masa Kini

Derasnya arus impor mainan anak asal China tak menyurutkan niat para pedagang mainan tradisional anak. Mereka optimistis pangsa pasarnya masih terbuka lebar. Mereka yakin para orangtua masih banyak yang menyukai kategori mainan ini, meskipun anak-anak saat ini mulai akrab dengan mainan modern (impor). “Mainan tradisional itu harus tetap dihidupkan sebagai varian permainan yang moderen. Ini karena tidak semua bahan mainan moderen bagus untuk anak-anak,” tutur Fitriana Anggraeni, warga Jemursari, salah satu penggemar mainan tradisional anak. Menurutnya, kebanyakan mainan moderen terbuat dari bahan plastik dan karet. “Kalau usia anak kita di bawah dua tahun belum ngerti, jadi kalau mainan suka digigit-gigit malah bahaya. Mendingan cari mainan bahan kayu yang tidak banyak dilapisi cat. Itu lebih aman,” ujar ibu satu anak ini. Ia mengenalkan putrinya yang kini berusia taman kanak-kanak dengan mainan dakon dan bongkar pasang balok kayu. “Mainan tradisional banyak ragamnya, tapi yang p...