Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jurnal Wirausaha

Merangkai Untung dari Pernak-Pernik Aksesori

Selalu tampil menarik menjadi idaman setiap wanita. Ini pula yang diinginkan Linda dalam setiap penampilannya. Sayangnya, keinginan itu selalu berbenturan dengan budget (anggaran belanja) produk perlengkapan fashion, berikut aksesorinya yang rata-rata cukup mahal. “Baju yang menarik dan bermerek sekarang cukup mahal, belum lagi perhiasan emas. Bayangkan, berapa duit dibutuhkan hanya untuk memoles penampilan,” seru Linda, wanita berusia 35 tahun ini. Namun, akhirnya ia menemukan jawaban, ketika sedang bersama teman-teman sekantornya berjalan-jalan untuk mencari makan di sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya. Saat itu, ia tertarik dengan deretan aksesori kalung dan gelang berbahan manik-manik dan batu-batuan di salah satu gerai. Sekilas, Linda memperkirakan harganya pasti lumayan mahal. Tapi, sekejap kemudian ia menjadi tercengang dengan harga aksesori yang ternyata cukup murah. Berkali-kali ia coba satu-persatu kalung dan gelang ke leher maupun tangannya. “Cocok, tinggal menyesu...

Bantu Akses Pasar

Bisa menciptakan lapangan kerja baru, serta menambah penghasilan keluarga. Alasan itulah yang mendasari Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kota Surabaya, Tjahjani Retno Wilis untuk terus mendorong kaum ibu rumah tangga agar bisa mengembangkan usaha sendiri. “Selama ini banyak usaha yang dikembangkan ibu-ibu berasal dari hobi, dan sebagian besar berhasil,” kata Wilis, panggilan akrabnya, belum lama ini. Menurut Wilis, kaum wanita yang menjalankan usaha rumahan, selama ini justru dikenal cukup ulet, tak mudah putus asa, inovatif, bahkan atraktif. Ini karena mereka biasanya menjalankan teknik marketing dari komunitas, seperti menawarkan saat pengajian, arisan, terkadang mengikuti even bazar kecil-kecilan. Oleh karena itu, Wilis cukup bersemangat untuk terus mendorong upaya mereka, bahwa seorang istri tidak selamanya hanya berpangku tangan, namun juga bisa menghasilkan uang dari rumah. Meski hanya usaha rumahan, aku Wilis, ternyata rata-rata produk yang dihasilkan mendapat r...