Langsung ke konten utama

Inovasi Melukis Tanpa Batas

Apresiasi lukisan bisa menggunakan media apa saja. Di era sekarang ini, kreativitas dari diri seniman pun mulai bermunculan dengan menghadirkan inovasi-inovasi yang tanpa batas.

Demikian dilontarkan pengamat seni lukis Cak Kandar, saat dimintai komentarnya, Jumat (9/4) malam. “Bandingkan 10-20 tahun lalu silam, kalau yang namanya melukis ya medianya kanvas yang dibingkai. Apapun aplikasinya, yang penting kalau melukis ya batasannya seperti itu,” ujar mantan pelukis bulu ayam ini, Jumat (9/4).

Namun, saat ini medianya sudah sangat bervariasi. “Seniman mengapresiasi dirinya lewat lukisan bisa menggunakan media apa saja. Uniknya, para penikmatnya selalu ada. Ini yang namanya kreatif dan inovatif,” imbuh pria 63 tahun ini.

Tema-tema yang disuguhkan pun semakin beragam dan bahkan menyiratkan muatan-muatan tertentu. Sekarang ini hampir tidak ada batasan aliran dalam seni rupa.

“Kalau dulu masih jelas bagaimana aliran realisme, ekspresionisme, surrealisme, maka sekarang batasan itu sudah tidak ada. Semua aliran digabung jadi satu dan melahirkan aliran-aliran baru yang kontemporer,” jelas pelukis asli Surabaya ini.

Kecenderungan tren yang mulai berkembang, melukis tidak hanya dari bahan kanvas berbingkai, tapi juga bisa di batu, kaca, pakaian, hingga kertas bambu jepang.

“Apapun bentuk dan media lukisannya, selama itu mengandung unsur estetika, artistik dan filosofis tentu akan selalu diminati,” ujar Cak Kandar.

Ke depan, media yang dipakaipun akan terus dikembangkan. “Seni lukis sudah menjadi seni rupa. Kalau dulu seni lukis adalah cabang dari seni rupa, maka sekarang seni lukis menjadi seni rupa. Gagasan-gagasan seni lukis itu lahir dalam bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi,” pungkasnya. surya.co.id

Postingan populer dari blog ini

Menghias Untung dari Wadah Parcel

Ketertarikan konsumen terhadap parcel bukan terbatas hanya dari isi atau bagaimana pengemasannya. Kini, parcel tampil makin cantik berkat wadahnya. Alhasil, ragam wadah pun mulai diproduksi menggunakan bahan baku rotan, kawat, besi, hingga yang terbuat dari bahan limbah atau daur ulang. Usaha yang paling menggiurkan menjelang Lebaran sekarang ini, salah satunya adalah bisnis yang berhubungan dengan parcel. Setiap memasuki bulan Ramadan, produk atau kerajinan tempat parcel menjadi jujugan mereka yang bergelut di usaha pengemasan parcel. Seiring dengan perkembangan kebutuhan dan tren, wadah parcel tak lagi konvensional, baik bahan maupun modelnya. Kini, wadah parcel kian beragam, mulai dari rotan, kombinasi rotan dan besi, besi atau kawat, box kardus hingga yang terbuat dari bahan limbah atau daur ulang. Diana Sari, warga Ngagel Surabaya yang biasa menerima pesanan parcel mengaku, jauh sebelum bulan Ramadan ia telah berburu contoh-contoh wadah parcel yang akan ia tawarkan ke konsu...

Kuncinya, Inovasi dan Ide Baru

Ada gula ada semut. Ada peluang untuk mengeruk rezeki, pasti akan banyak yang terjun di dalamnya. Kondisi ini pula yang terjadi pada geliat usaha di sektor aksesori sepeda motor. Pasalnya, terdapat ratusan item yang bisa dimanfaatkan di pasar ini, meski tetap butuh ide kreatif. Ketua Himpunan Produsen Alat Mobil dan Motor Indonesia (Hipammi), Vincent Edi Jasin mengatakan, selama jumlah penjualan dan populasi sepeda motor di dalam negeri terus meningkat, pasar komponen serta aksesori yang mengikuti produk ini juga tetap menjanjikan. “Meski pasar stagnan, selama daya beli masyarakat selaku pemilik sepeda motor masih tinggi untuk memodifikasi dan mengubah tampilan motor, tentunya peluangnya tetap besar,” kata Vincent, Jumat (16/4). Diakuinya, ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dari produk sepeda motor itu, khususnya yang tidak dan belum dilakukan oleh produsen bersangkutan. Mulai dari komponen pengganti, serta modifikasi, hingga pernik-pernik yang diharapkan bisa memperindah ...

Tak Pernah Kelam Berkat Alam

Masyarakat kini lebih memilih barang-barang berbahan dasar alam untuk perabot, pernik-pernik, aksesori hingga hiasan. Ini tak lepas dari kandungannya yang relatif lebih aman, selain terlihat unik dan artistik. “Kami memang suka berburu barang-barang berbahan alami. Mulai barang-barang furnitur hingga hiasan rumah. Unik aja, apalagi kalau barang itu hanya diproduksi terbatas atau tak ada yang menyamai,” papar Indra Setya, salah seorang konsumen di Surabaya, Jumat (14/5). Supervisor salah satu diler mobil ini mengaku, tak pilih-pilih bahan alam apa yang ia sukai, asal cocok dan terlihat unik, ia pasti berusaha mendapatkannya. Beberapa lokasi di Surabaya menjadi langganan buruannya. Bahkan, tak jarang ia berburu ke sejumlah kota, seperti Jogjakarta, Bali, Jakarta, dan kota lainnya. “Berbeda rasanya ketika kita memasuki sebuah rumah atau ruang dengan banyak perabot berbahan alam, dengan ruang yang minim bahan alam. Lemari misalnya, beda banget ketika melihat lemari berbahan kayu jati...