Langsung ke konten utama

What is in the shopping list today?

JAKARTA: Despite corrections of regional stock market indexes and drops on commodities prices, investors are in wait and see early this week, anticipating May's inflation rate.

Profit taking actions engulfed blue chips yesterday, driving Jakarta Composite Index (JCI) to further consolidated phase. Stocks to watch: JSMR, BWPT, BJBR, UNTR, and BBRI.

Sinarmas Sekuritas:
The JCI technically today tends to be mixed within the range of 3,827-3,843. Stocks to watch: JSMR, BWPT, BJBR, and UNTR.

e-Trading Securities:
The index today may move within the range of 3,797-3,849 after it was restrained at a support line MA 20 with candlestick which made spinning top pattern. Stocks to watch: BBRI and BJBR.

Panin Sekuritas:
The national market may be affected by unfavorable regional stock markets, amid European countries economy prospect. We estimate the JCI today may move within the range of support-resistance level at 3,794-3,837.

Trimegah Securities:
Anticipating the failure to break psychological resistance level and gloomy Japanese industrial, the JCI today is estimated to move in moderat way within the range of 3,610-3,650.

Minna Padi:
The index today is estimated to be flat in the range of strong support level of 3,804 after it slightly fell 0.16% to 3,826.14. On average, blue chips were in red. Several stocks such as BMRI (support level at IDR7,100) and BBCA (support level at IDR7,000) have opportunity to rise. (wiw)

wisnu.wijaya@bisnis.co.id (Bastanul Siregar & Wisnu Wijaya) 31 May, 2011


--
Source: http://www.bisnis.com/market-english/25487-what-is-in-the-shopping-list-today
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Postingan populer dari blog ini

Memilah Sampah Menuai Berkah

Keberadaan limbah tak selalu merugikan. Kejelian menangkap potensi dan sedikit sentuhan inovasi bisa menjadikan barang-barang bekas ini bernilai lebih. Aneka kerajinan berbahan dasar limbah alias barang bekas banyak sekali dijumpai di pasar. Mulai dari eceng gondok, sabut kelapa, plastik minuman kemasan, karton bekas, kertas koran, kaleng bekas, kain perca, hingga modifikasi berbagai bahan dasar tersebut. Menurut Tyas Nastiti, salah seorang perajin limbah, mengolah bahan bekas menjadi sesuatu yang punya nilai jual memang butuh kejelian. “Seseorang itu mesti punya taste tentang seni dan menyukai craft. Dengan begitu dia akan kreatif mencari sumber bahan yang murah dan melimpah,” ujar mahasiswi Jurusan Desain Produk ITS yang mengolah barang bekas praktikum menjadi aksesori cantik. Ia mengawali bisnisnya ini juga dari hobi. “Kalau namanya sudah hobi, inovasi apapun pasti akan digali. Awalnya saya memang suka aksesori, tapi harganya kok mesti mahal. Iseng-iseng mengolah dari sisa ...

Peluang Usaha Kreatif Daur Ulang Limbah

Banyaknya limbah atau sampah yang setiap harinya diproduksi masyarakat, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yang ada di sekitar mereka. Segala macam usaha dilakukan pemerintah dan instansi swasta untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah sampah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program pemerintah untuk mengolah semua sampah, ternyata dimanfaatkan sebagian masyarakat menjadi peluang usaha baru yang bertujuan menyelamatkan lingkungan dari limbah sampah. Dengan munculnya peluang bisnis kreatif daur ulang limbah, dapat mengurangi jumlah limbah yang menumpuk serta memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku bisnisnya. Limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, dengan kreativitas dan inovasi dari para pelaku bisnis, limbah sampah dapat didaur ulang dan dirubah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Limbah organik seperti kayu, dedaunan, kulit telur serta tulang hewan dapat didaur ulang dan diolah menjadi berbagai kerajinan unik atau d...

Berbaik-Baiklah Pada Pelanggan

Salah satu kunci sukses dalam berusaha adalah menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan dan calon pelanggan. Pelanggan yang puas akan menjadi pengguna setia, bahkan menjadi pemasar aktif produk kita. Cros and Garret Smith konsultan bisnis dunia, mengungkapkan hubungan baik bisa dicapai lewat beberapa langkah : Pertama, membuat nama merek familiar dengan kebanyakan pasar sasaran yang dituju (awareness bonding). Merek yang mudah dilafalkan masyarakat sasaran, biasanya jauh lebih mudah dikenal dan diingat konsumen saat bertransaksi. Kedua, menciptakan loyalitas merek (identifying bonding) dengan membuat merek berdasar komunitas, ikatan emosional kelompok sasaran dan lain-lain. Misalnya kelompok merek Bintang Songo bisa dibuat dalam berbagai penamaan yang sesuai. Misalnya, produk pakan ternak menggunakan BISON, hasil pertanian menggunakan BINGO. Dengan singkatan apapun, kepanjangannya tetap Bintang Songo. Ketiga, membangun konsep hubungan dua arah antara produsen dan konsumen (re...