Langsung ke konten utama

Reignwood pledges Energi Mega shares to Siam Bank

JAKARTA: Reignwood International Investment (Group) Company Limited has pledged 2.77 billion shares or 6.83% of its equity to The Siam Commercial Bank Public Company Limited, Hong Kong.

Reignwood entered into the pledge of shares agreement with Siam Bank on May 19 2011, said a disclosure submitted to Indonesia Stock Exchange last last week.

However, there is no clear information about the purpose of the pledge.

Assuming the current price at IDR186 a share, the shares are pledged at IDR515.22 billion. Energi Mega's market capitalization today is IDR7.55 trillion.

Who is behind Reignwood Investment?

Via Google search, there is Reignwood International Resources Investment (Group) Co Ltd (RIR).

However, RIR is investigating projects in the gold, coal and bauxite sector. RIR areas of activity are SE-Asia with a special focus on Thailand, Kalimantan and Papua.

"Our specialists identify potentially undervalued resources producers, evaluate the resources and then draft a plan for the expansion of production," said RIR on its website.

There is no information that RIR is seeking an opportunity in the oil and gas sector.

At end of last year, PT Kondur Indonesia controled 9.30% stake in Energi Mega, PT Bakrie & Brothers  Tbk (BNBR) held 8.77% stake, PT Ciptadana Securities held 8.55% stake, Mellon Bank NA/SA AGF Cundill held 6.78%, PT Brantas Indonesia owned 6.66%, Rennier Abdul Rachman Latief owned 0.96%, and public holders owned 58.98%.

Two existing shareholders in Energi Mega which have managed similar size of ownership with the shares pledged to Siam Commercial Bank are Mellon Bank NA/SA AGF Cundill and Brantas Indonesia. (wiw)

wisnu.wijaya@bisnis.co.id (Wisnu Wijaya) 30 May, 2011


--
Source: http://www.bisnis.com/corporate/25420-reignwood-pledges-energi-mega-shares-to-siam-bank
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Postingan populer dari blog ini

Memilah Sampah Menuai Berkah

Keberadaan limbah tak selalu merugikan. Kejelian menangkap potensi dan sedikit sentuhan inovasi bisa menjadikan barang-barang bekas ini bernilai lebih. Aneka kerajinan berbahan dasar limbah alias barang bekas banyak sekali dijumpai di pasar. Mulai dari eceng gondok, sabut kelapa, plastik minuman kemasan, karton bekas, kertas koran, kaleng bekas, kain perca, hingga modifikasi berbagai bahan dasar tersebut. Menurut Tyas Nastiti, salah seorang perajin limbah, mengolah bahan bekas menjadi sesuatu yang punya nilai jual memang butuh kejelian. “Seseorang itu mesti punya taste tentang seni dan menyukai craft. Dengan begitu dia akan kreatif mencari sumber bahan yang murah dan melimpah,” ujar mahasiswi Jurusan Desain Produk ITS yang mengolah barang bekas praktikum menjadi aksesori cantik. Ia mengawali bisnisnya ini juga dari hobi. “Kalau namanya sudah hobi, inovasi apapun pasti akan digali. Awalnya saya memang suka aksesori, tapi harganya kok mesti mahal. Iseng-iseng mengolah dari sisa ...

Peluang Usaha Kreatif Daur Ulang Limbah

Banyaknya limbah atau sampah yang setiap harinya diproduksi masyarakat, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yang ada di sekitar mereka. Segala macam usaha dilakukan pemerintah dan instansi swasta untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah sampah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program pemerintah untuk mengolah semua sampah, ternyata dimanfaatkan sebagian masyarakat menjadi peluang usaha baru yang bertujuan menyelamatkan lingkungan dari limbah sampah. Dengan munculnya peluang bisnis kreatif daur ulang limbah, dapat mengurangi jumlah limbah yang menumpuk serta memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku bisnisnya. Limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, dengan kreativitas dan inovasi dari para pelaku bisnis, limbah sampah dapat didaur ulang dan dirubah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Limbah organik seperti kayu, dedaunan, kulit telur serta tulang hewan dapat didaur ulang dan diolah menjadi berbagai kerajinan unik atau d...

Berbaik-Baiklah Pada Pelanggan

Salah satu kunci sukses dalam berusaha adalah menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan dan calon pelanggan. Pelanggan yang puas akan menjadi pengguna setia, bahkan menjadi pemasar aktif produk kita. Cros and Garret Smith konsultan bisnis dunia, mengungkapkan hubungan baik bisa dicapai lewat beberapa langkah : Pertama, membuat nama merek familiar dengan kebanyakan pasar sasaran yang dituju (awareness bonding). Merek yang mudah dilafalkan masyarakat sasaran, biasanya jauh lebih mudah dikenal dan diingat konsumen saat bertransaksi. Kedua, menciptakan loyalitas merek (identifying bonding) dengan membuat merek berdasar komunitas, ikatan emosional kelompok sasaran dan lain-lain. Misalnya kelompok merek Bintang Songo bisa dibuat dalam berbagai penamaan yang sesuai. Misalnya, produk pakan ternak menggunakan BISON, hasil pertanian menggunakan BINGO. Dengan singkatan apapun, kepanjangannya tetap Bintang Songo. Ketiga, membangun konsep hubungan dua arah antara produsen dan konsumen (re...