Langsung ke konten utama

Pertamina assesses market condition for Tugu's IPO

JAKARTA: State oil company PT Pertamina (Persero) is waiting for better market condition to proceed with the initial public offering of its subsidiary, PT Tugu Pratama Indonesia, besides waiting for approval from Ministry of State-Owned Enterprises (SOE).

All requirements for the initial public offering of the insurance company have been prepared, said Pertamina Finance Director M. Afdal Bahaudin.

The state-owned oil and gas company has planned to realize the IPO of Tugu Pratama in the first half of 2011. Earlier, Minister of SOEs Mustafa Abubakar expected that the IPO of subsidiaries of state-owned companies will be done as soon as next year, including that of Tugu Pratama Indonesia.

"As the minister has confirmed it to be next year, we will follow, while waiting for the market condition," Afdal said today.

Other than Tugu Pratama, Pertamina is preparing the IPO of other subsidiary, namely PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

Tugu Pratama has planned for an IPO since 3 years ago, but the plan had been dropped. Pertamina owns 65% shares in the insurance company, while PT Sakti Laksana Prima has 17.60% shares, Siti Taskiyah 12.15%, and Mohamad Satya Permadi 5.25%.

From the corporate action, Tugu Pratama is expected to generate IDR750 billion, which will be used to develop company business to regional level, such as countries in Asia.

Moreover, Pertamina is preparing IPO of PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) at which it will release 20% to 30% of the sharesto public. (T04/NOM)

nana.oktavia@bisnis.co.id (Gita Arwana Cakti) 31 May, 2011


--
Source: http://www.bisnis.com/corporate/25561-pertamina-assesses-market-condition-for-tugus-ipo
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Postingan populer dari blog ini

Berbaik-Baiklah Pada Pelanggan

Salah satu kunci sukses dalam berusaha adalah menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan dan calon pelanggan. Pelanggan yang puas akan menjadi pengguna setia, bahkan menjadi pemasar aktif produk kita. Cros and Garret Smith konsultan bisnis dunia, mengungkapkan hubungan baik bisa dicapai lewat beberapa langkah : Pertama, membuat nama merek familiar dengan kebanyakan pasar sasaran yang dituju (awareness bonding). Merek yang mudah dilafalkan masyarakat sasaran, biasanya jauh lebih mudah dikenal dan diingat konsumen saat bertransaksi. Kedua, menciptakan loyalitas merek (identifying bonding) dengan membuat merek berdasar komunitas, ikatan emosional kelompok sasaran dan lain-lain. Misalnya kelompok merek Bintang Songo bisa dibuat dalam berbagai penamaan yang sesuai. Misalnya, produk pakan ternak menggunakan BISON, hasil pertanian menggunakan BINGO. Dengan singkatan apapun, kepanjangannya tetap Bintang Songo. Ketiga, membangun konsep hubungan dua arah antara produsen dan konsumen (re...

Berusaha Makmur dari Bisnis Jamur

Bisnis makanan jamur olahan semakin terus menjamur. Tak sedikit para pelaku bisnis ini yang mencicipi kenyalnya laba jamur olahan. Bagi pasangan karib Nur Cholis dan Tririan Ariyanto, bisnis snack jamur alias kudapan jamur yang mereka rintis sejak dua tahun silam bukan asal-asalan. “Ide awalnya ingin membuka warung makanan kecil-kecilan tapi jenisnya makanan sehat dengan rasa terjamin. Kebetulan, waktu itu teman saya punya kenalan petani jamur. Dari sinilah ide ini berkembang,” ujar Nur Cholis, pemilik gerai Muhsroom Factory mengawali percakapan. Diceritakannya, tiga tahun silam, bisnis makanan ringan semacam ini masih dianggap remeh-temeh. Sampai saat ini pun, pelaku usaha sejenis masih bisa dihitung dengan jari. Tak hanya di Surabaya, bisnis makanan jamur olahan juga bisa dijumpai di daerah Bogor, Bandung, Jakarta. Jenis makanannya pun bervariasi, mulai jamur dibungkus tepung lalu digoreng, sate jamur, hingga nugget jamur. Rasanya mak nyus! Kenyalnya mirip daging. Lidah penikm...

Menghias Untung dari Wadah Parcel

Ketertarikan konsumen terhadap parcel bukan terbatas hanya dari isi atau bagaimana pengemasannya. Kini, parcel tampil makin cantik berkat wadahnya. Alhasil, ragam wadah pun mulai diproduksi menggunakan bahan baku rotan, kawat, besi, hingga yang terbuat dari bahan limbah atau daur ulang. Usaha yang paling menggiurkan menjelang Lebaran sekarang ini, salah satunya adalah bisnis yang berhubungan dengan parcel. Setiap memasuki bulan Ramadan, produk atau kerajinan tempat parcel menjadi jujugan mereka yang bergelut di usaha pengemasan parcel. Seiring dengan perkembangan kebutuhan dan tren, wadah parcel tak lagi konvensional, baik bahan maupun modelnya. Kini, wadah parcel kian beragam, mulai dari rotan, kombinasi rotan dan besi, besi atau kawat, box kardus hingga yang terbuat dari bahan limbah atau daur ulang. Diana Sari, warga Ngagel Surabaya yang biasa menerima pesanan parcel mengaku, jauh sebelum bulan Ramadan ia telah berburu contoh-contoh wadah parcel yang akan ia tawarkan ke konsu...