Langsung ke konten utama

JCI slightly increases 0.01% in opening session

JAKARTA: Jakarta Composite Index (JCI), which measures the overall performance of Indonesian shares, slightly increased 0.01% or 0.21 point to 3,837.18, starting its first trading debut in June.



The May inflation to be announced by Central Statistics Agency today gave positive sentiment to JCI this morning. The preliminary estimation from the central bank was that inflation may not occur in May.

At the early trading, JCI continued to increase. As of 09.41 a.m. local time, JCI rose 0.12% or 4.44 points to 3,841.41. About two shares rose for every one share that fell and more than a half of the shares traded in JCI today were unchanged.

The increase in JCI was led by PT Bank Central Asia Tbk which contributed 1.44 points to the index, PT Bumi Resources Tbk 1.22 points, PT Unilever Indonesia Tbk 0.90 point, and PT International Nickel Indonesia Tbk 0.88 point.

Shares that hampered the movement of JCI were PT Bank Mandiri Tbk with minus 1.36 points, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk minus 1.19 points, PT Semen Gresik Tbk minus 1.05 points, and PT United Tractors Tbk minus 0.66 point.

Bisnis-27 Index gained 0.16% or 0.54 point to 333.25 as of 09.57.

Meanwhile, Dow Jones Industrial Average rose 1.03% to 12,569.79 and Nasdaq Composite Index gained 1.37% to 2,835.30.

The regional markets posted positive movement. Nikkei inched-up 0.02% to 9,695.92, Hang Seng advanced 0.04% to 23,691.96, Shanghai SE declined 0.35% to 2,733.13, Kospi increased 0.08% to 2,144.28, and Straits Times rose 0.31% to 3,169.88

The MSCI Asia Pacific Index gained 0.42% to 924.24.

The rupiah slightly increased 0.04% against the US dollar at IDR8,540. (msw)

 

sarwani@bisnis.co.id (Ratna Ariyanti) 01 Jun, 2011


--
Source: http://www.bisnis.com/market-english/25656-jci-slightly-increased-001-in-opening-session
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Postingan populer dari blog ini

Memilah Sampah Menuai Berkah

Keberadaan limbah tak selalu merugikan. Kejelian menangkap potensi dan sedikit sentuhan inovasi bisa menjadikan barang-barang bekas ini bernilai lebih. Aneka kerajinan berbahan dasar limbah alias barang bekas banyak sekali dijumpai di pasar. Mulai dari eceng gondok, sabut kelapa, plastik minuman kemasan, karton bekas, kertas koran, kaleng bekas, kain perca, hingga modifikasi berbagai bahan dasar tersebut. Menurut Tyas Nastiti, salah seorang perajin limbah, mengolah bahan bekas menjadi sesuatu yang punya nilai jual memang butuh kejelian. “Seseorang itu mesti punya taste tentang seni dan menyukai craft. Dengan begitu dia akan kreatif mencari sumber bahan yang murah dan melimpah,” ujar mahasiswi Jurusan Desain Produk ITS yang mengolah barang bekas praktikum menjadi aksesori cantik. Ia mengawali bisnisnya ini juga dari hobi. “Kalau namanya sudah hobi, inovasi apapun pasti akan digali. Awalnya saya memang suka aksesori, tapi harganya kok mesti mahal. Iseng-iseng mengolah dari sisa ...

Peluang Usaha Kreatif Daur Ulang Limbah

Banyaknya limbah atau sampah yang setiap harinya diproduksi masyarakat, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yang ada di sekitar mereka. Segala macam usaha dilakukan pemerintah dan instansi swasta untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah sampah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program pemerintah untuk mengolah semua sampah, ternyata dimanfaatkan sebagian masyarakat menjadi peluang usaha baru yang bertujuan menyelamatkan lingkungan dari limbah sampah. Dengan munculnya peluang bisnis kreatif daur ulang limbah, dapat mengurangi jumlah limbah yang menumpuk serta memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku bisnisnya. Limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, dengan kreativitas dan inovasi dari para pelaku bisnis, limbah sampah dapat didaur ulang dan dirubah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Limbah organik seperti kayu, dedaunan, kulit telur serta tulang hewan dapat didaur ulang dan diolah menjadi berbagai kerajinan unik atau d...

Berbaik-Baiklah Pada Pelanggan

Salah satu kunci sukses dalam berusaha adalah menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan dan calon pelanggan. Pelanggan yang puas akan menjadi pengguna setia, bahkan menjadi pemasar aktif produk kita. Cros and Garret Smith konsultan bisnis dunia, mengungkapkan hubungan baik bisa dicapai lewat beberapa langkah : Pertama, membuat nama merek familiar dengan kebanyakan pasar sasaran yang dituju (awareness bonding). Merek yang mudah dilafalkan masyarakat sasaran, biasanya jauh lebih mudah dikenal dan diingat konsumen saat bertransaksi. Kedua, menciptakan loyalitas merek (identifying bonding) dengan membuat merek berdasar komunitas, ikatan emosional kelompok sasaran dan lain-lain. Misalnya kelompok merek Bintang Songo bisa dibuat dalam berbagai penamaan yang sesuai. Misalnya, produk pakan ternak menggunakan BISON, hasil pertanian menggunakan BINGO. Dengan singkatan apapun, kepanjangannya tetap Bintang Songo. Ketiga, membangun konsep hubungan dua arah antara produsen dan konsumen (re...