Langsung ke konten utama

JCI gains 0.05% to 3,834.24 led by Bank Mandiri

JAKARTA: Indonesia's stock benchmark dubbed Jakarta Composite Index (JCI), measuring the overall performance of stock prices, slightly increased 0.05% or 1.86 points to 3,834.24 as of 09.36 a.m. local time, led by Bank Mandiri.

Although it slightly decreased 0.02% or 0.95 point at the opening session and brought JCI to 3,831.43, the Index shifted to a green zone at the early trading.

The JCI was moving in the range of 3,830.01-3,836.87. About two shares rose for every one share that fell and more than a half of the shares traded in JCI today were unchanged.

The increase in JCI was led by Bank Mandiri Tbk which contributed 1.36 points to the index, PT Indofood Sukses Makmur Tbk with 1.03 points, PT Unilever Indonesia Tbk with 0.90 points, and PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk with 0.65 points.

Shares that hampered the JCI rally were PT Astra International Tbk with -0.95 points, PT Bank Tabungan Negara Tbk with -0.10 points, and PT Medco Energi Internasional Tbk with -0.10 points.

Meanwhile, Dow Jones Industrial Average rose 0.31% to 12,441.58 and Nasdaq Composite Index gained 0.50% to 2,796.86.

The regional markets posted mixed movement. Nikkei decreased 0.05% to 9,517.39, Hang Seng advanced 0.27% to 23,180.59, Shanghai SE increased 0.04% to 2,710.66, Kospi declined 0.39% to 2,091.84, and Straits Times increased 0.47% to 3,150.15.

The MSCI Asia Pacific Index inched-up 0.18% to 900.74.

The rupiah traded increased 0.12% against the US dollar at IDR8,555. (wiw)

wisnu.wijaya@bisnis.co.id (Ratna Ariyanti) 30 May, 2011


--
Source: http://www.bisnis.com/market-english/25381-jci-gains-005-to-383424-led-by-bank-mandiri
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Postingan populer dari blog ini

Peluang Usaha Kreatif Daur Ulang Limbah

Banyaknya limbah atau sampah yang setiap harinya diproduksi masyarakat, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yang ada di sekitar mereka. Segala macam usaha dilakukan pemerintah dan instansi swasta untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah sampah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program pemerintah untuk mengolah semua sampah, ternyata dimanfaatkan sebagian masyarakat menjadi peluang usaha baru yang bertujuan menyelamatkan lingkungan dari limbah sampah. Dengan munculnya peluang bisnis kreatif daur ulang limbah, dapat mengurangi jumlah limbah yang menumpuk serta memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku bisnisnya. Limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, dengan kreativitas dan inovasi dari para pelaku bisnis, limbah sampah dapat didaur ulang dan dirubah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Limbah organik seperti kayu, dedaunan, kulit telur serta tulang hewan dapat didaur ulang dan diolah menjadi berbagai kerajinan unik atau d...

Mainan Tempo Dulu Rezeki Masa Kini

Derasnya arus impor mainan anak asal China tak menyurutkan niat para pedagang mainan tradisional anak. Mereka optimistis pangsa pasarnya masih terbuka lebar. Mereka yakin para orangtua masih banyak yang menyukai kategori mainan ini, meskipun anak-anak saat ini mulai akrab dengan mainan modern (impor). “Mainan tradisional itu harus tetap dihidupkan sebagai varian permainan yang moderen. Ini karena tidak semua bahan mainan moderen bagus untuk anak-anak,” tutur Fitriana Anggraeni, warga Jemursari, salah satu penggemar mainan tradisional anak. Menurutnya, kebanyakan mainan moderen terbuat dari bahan plastik dan karet. “Kalau usia anak kita di bawah dua tahun belum ngerti, jadi kalau mainan suka digigit-gigit malah bahaya. Mendingan cari mainan bahan kayu yang tidak banyak dilapisi cat. Itu lebih aman,” ujar ibu satu anak ini. Ia mengenalkan putrinya yang kini berusia taman kanak-kanak dengan mainan dakon dan bongkar pasang balok kayu. “Mainan tradisional banyak ragamnya, tapi yang p...

Memilah Sampah Menuai Berkah

Keberadaan limbah tak selalu merugikan. Kejelian menangkap potensi dan sedikit sentuhan inovasi bisa menjadikan barang-barang bekas ini bernilai lebih. Aneka kerajinan berbahan dasar limbah alias barang bekas banyak sekali dijumpai di pasar. Mulai dari eceng gondok, sabut kelapa, plastik minuman kemasan, karton bekas, kertas koran, kaleng bekas, kain perca, hingga modifikasi berbagai bahan dasar tersebut. Menurut Tyas Nastiti, salah seorang perajin limbah, mengolah bahan bekas menjadi sesuatu yang punya nilai jual memang butuh kejelian. “Seseorang itu mesti punya taste tentang seni dan menyukai craft. Dengan begitu dia akan kreatif mencari sumber bahan yang murah dan melimpah,” ujar mahasiswi Jurusan Desain Produk ITS yang mengolah barang bekas praktikum menjadi aksesori cantik. Ia mengawali bisnisnya ini juga dari hobi. “Kalau namanya sudah hobi, inovasi apapun pasti akan digali. Awalnya saya memang suka aksesori, tapi harganya kok mesti mahal. Iseng-iseng mengolah dari sisa ...