Langsung ke konten utama

JCI drops 0.16% on profit taking

JAKARTA: The Jakarta Composite Index (JCI) faced a correction today as investors realized gains following the increase in JCI. The weakening of the regional market gave other pressure to drag JCI down.

JCI slightly decreased 0.16% or 6.24 points to 3,826.14 today. The JCI was moving in the range of 3,813.66-3,836.87. About two shares fell for every  share that was up. More than a half of the shares were unchanged.

The biggest decline came from mining and energy sectors. The lagging movers  included PT Adaro Energy Tbk, PT Borneo Lumbung Energi & Metal TBk, PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk, and PT Medco Energi Internasional Tbk.

The shares of PT Harum Energy Tbk dropped 2.62%, the highest fell in three weeks, after Indonesia's billionaire Kiki Barki plans to discharge 10% or 270 million shares of his ownership in coal miner PT Harum Energy Tbk at IDR9,050-IDR9,550 worth IDR2.51 trillion.

The profit taking action would be temporarily because mining and energy sectors are estimated to book higher earnings amid the price increasing of coal, said MNC Securities Head of Research Edwin Sebayang.

"The correction is just temporary. Investors want to take gain. Based on fundamental analysys, mining and energy sector could give better earnings this year as the price increasing in coal," said Sebayang.

BISNIS-27 Index, the stock benchmark covering 27 stocks and launched by business daily newspaper dubbed Bisnis Indonesia, slightly decreased 0.12% or 0.40 point to 331.80. Bisnis-27 Index moved within range 330.42-332.94.

In the regional market, Nikkei 225 slipped 0.18% to 9,504.97, Hang Seng in Hong Kong market gained 0.29% to 23,184.32. Shanghai SE decreased 0.13% to 2,706.36, South Korean's Kospi declined 0.31% to 2,093.79, and Straits Times in Singapore gained 0.19% to 3,141.39.

The MSCI Asia Pacific Index increased 0.11% to 900.09.

The rupiah slightly gained 0.20% against the US dollar at IDR8,548. (NOM)

nana.oktavia@bisnis.co.id (Ratna Ariyanti) 30 May, 2011


--
Source: http://www.bisnis.com/market-english/25455-jci-drops-016-on-profit-taking
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Postingan populer dari blog ini

Peluang Usaha Kreatif Daur Ulang Limbah

Banyaknya limbah atau sampah yang setiap harinya diproduksi masyarakat, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yang ada di sekitar mereka. Segala macam usaha dilakukan pemerintah dan instansi swasta untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah sampah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program pemerintah untuk mengolah semua sampah, ternyata dimanfaatkan sebagian masyarakat menjadi peluang usaha baru yang bertujuan menyelamatkan lingkungan dari limbah sampah. Dengan munculnya peluang bisnis kreatif daur ulang limbah, dapat mengurangi jumlah limbah yang menumpuk serta memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku bisnisnya. Limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, dengan kreativitas dan inovasi dari para pelaku bisnis, limbah sampah dapat didaur ulang dan dirubah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Limbah organik seperti kayu, dedaunan, kulit telur serta tulang hewan dapat didaur ulang dan diolah menjadi berbagai kerajinan unik atau d...

Mainan Tempo Dulu Rezeki Masa Kini

Derasnya arus impor mainan anak asal China tak menyurutkan niat para pedagang mainan tradisional anak. Mereka optimistis pangsa pasarnya masih terbuka lebar. Mereka yakin para orangtua masih banyak yang menyukai kategori mainan ini, meskipun anak-anak saat ini mulai akrab dengan mainan modern (impor). “Mainan tradisional itu harus tetap dihidupkan sebagai varian permainan yang moderen. Ini karena tidak semua bahan mainan moderen bagus untuk anak-anak,” tutur Fitriana Anggraeni, warga Jemursari, salah satu penggemar mainan tradisional anak. Menurutnya, kebanyakan mainan moderen terbuat dari bahan plastik dan karet. “Kalau usia anak kita di bawah dua tahun belum ngerti, jadi kalau mainan suka digigit-gigit malah bahaya. Mendingan cari mainan bahan kayu yang tidak banyak dilapisi cat. Itu lebih aman,” ujar ibu satu anak ini. Ia mengenalkan putrinya yang kini berusia taman kanak-kanak dengan mainan dakon dan bongkar pasang balok kayu. “Mainan tradisional banyak ragamnya, tapi yang p...

Memilah Sampah Menuai Berkah

Keberadaan limbah tak selalu merugikan. Kejelian menangkap potensi dan sedikit sentuhan inovasi bisa menjadikan barang-barang bekas ini bernilai lebih. Aneka kerajinan berbahan dasar limbah alias barang bekas banyak sekali dijumpai di pasar. Mulai dari eceng gondok, sabut kelapa, plastik minuman kemasan, karton bekas, kertas koran, kaleng bekas, kain perca, hingga modifikasi berbagai bahan dasar tersebut. Menurut Tyas Nastiti, salah seorang perajin limbah, mengolah bahan bekas menjadi sesuatu yang punya nilai jual memang butuh kejelian. “Seseorang itu mesti punya taste tentang seni dan menyukai craft. Dengan begitu dia akan kreatif mencari sumber bahan yang murah dan melimpah,” ujar mahasiswi Jurusan Desain Produk ITS yang mengolah barang bekas praktikum menjadi aksesori cantik. Ia mengawali bisnisnya ini juga dari hobi. “Kalau namanya sudah hobi, inovasi apapun pasti akan digali. Awalnya saya memang suka aksesori, tapi harganya kok mesti mahal. Iseng-iseng mengolah dari sisa ...