Langsung ke konten utama

JCI decreases 9.82 points to 3,834.20 at clossing time

JAKARTA: Indonesian shares decreased 0.26% or 9.82 points to to 3,834.20 in the closing session, tailing regional market which mainly red as rising concerning about the global economy recovery after United States reported that unemployment rate inched up last month to 9.1%.

The Jakarta Composite Index (JCI) was moving at the range of 3,843.74-3,819.60. About two shares fell for every one share up. Almost a half of the shares traded were unchanged.

The JCI continue to decrease from its opening session this morning. At the midday trading, JCI also slipped. The main sector drag JCI down was financial.

The biggest contributor for the JCI drop was PT Bank Rakyat Indonesia Tbk with -5.75 points, followed by PT Perusahaan Gas Negara Tbk with 3.57 points, PT Bank Mandiri Tbk 2.72 points and PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 2.37 points.

PT Bumi Resources Tbk was one of several stocks that prevented the index drop with positive contribution of 2.44 points. Included in this line are shares of PT Bayan Resources Tbk 1.77 points, PT Gudang Garam Tbk 1.59 points and PT Astra International Tbk 1.19 points.

BISNIS-27 Index, the stock benchmark covering 27 stocks and launched by business daily newspaper dubbed Bisnis Indonesia, also decreased 0.68% or 2.26 points to 330.66. Bisnis-27 Index was moving at the range of 329.26-332.87.

Meanwhile, most of European market declined this afternoon. Euro Stoxx 50 abated 0.42% to 2,777.40 and FTSE 100 Index slipped 0.13% to 5,848.16..

The unemployment rate in U.S. rose to 9.1% from 9%, the Labor Department reported in last Friday. Only 54,000 jobs were created in May, the fewest in eight months.

In the regional market, Nikkei 225 declined 1.18% to 9,380.35, Hang Seng in Hong Kong market fell 1.31% to 22,949.56. Shanghai SE rose 0.84% to 2,727.02, South Korean's Kospi slipped 0.03% to 2,113.47 and Straits Times in Singapore decreased 0.98% to 3,114.70.

The MSCI Asia Pacific excluding Japan Index slipped 0.06% to 902.06.


The rupiah traded slightly increased 0.18% against the US dollar at IDR8,513. (msw)

sarwani@bisnis.co.id (Ratna Ariyanti) 06 Jun, 2011


--
Source: http://www.bisnis.com/market-english/26133-jci-decreases-982-points-to-383420-at-clossing-time
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Postingan populer dari blog ini

Peluang Usaha Kreatif Daur Ulang Limbah

Banyaknya limbah atau sampah yang setiap harinya diproduksi masyarakat, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yang ada di sekitar mereka. Segala macam usaha dilakukan pemerintah dan instansi swasta untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah sampah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program pemerintah untuk mengolah semua sampah, ternyata dimanfaatkan sebagian masyarakat menjadi peluang usaha baru yang bertujuan menyelamatkan lingkungan dari limbah sampah. Dengan munculnya peluang bisnis kreatif daur ulang limbah, dapat mengurangi jumlah limbah yang menumpuk serta memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku bisnisnya. Limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, dengan kreativitas dan inovasi dari para pelaku bisnis, limbah sampah dapat didaur ulang dan dirubah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Limbah organik seperti kayu, dedaunan, kulit telur serta tulang hewan dapat didaur ulang dan diolah menjadi berbagai kerajinan unik atau d...

Mainan Tempo Dulu Rezeki Masa Kini

Derasnya arus impor mainan anak asal China tak menyurutkan niat para pedagang mainan tradisional anak. Mereka optimistis pangsa pasarnya masih terbuka lebar. Mereka yakin para orangtua masih banyak yang menyukai kategori mainan ini, meskipun anak-anak saat ini mulai akrab dengan mainan modern (impor). “Mainan tradisional itu harus tetap dihidupkan sebagai varian permainan yang moderen. Ini karena tidak semua bahan mainan moderen bagus untuk anak-anak,” tutur Fitriana Anggraeni, warga Jemursari, salah satu penggemar mainan tradisional anak. Menurutnya, kebanyakan mainan moderen terbuat dari bahan plastik dan karet. “Kalau usia anak kita di bawah dua tahun belum ngerti, jadi kalau mainan suka digigit-gigit malah bahaya. Mendingan cari mainan bahan kayu yang tidak banyak dilapisi cat. Itu lebih aman,” ujar ibu satu anak ini. Ia mengenalkan putrinya yang kini berusia taman kanak-kanak dengan mainan dakon dan bongkar pasang balok kayu. “Mainan tradisional banyak ragamnya, tapi yang p...

Memilah Sampah Menuai Berkah

Keberadaan limbah tak selalu merugikan. Kejelian menangkap potensi dan sedikit sentuhan inovasi bisa menjadikan barang-barang bekas ini bernilai lebih. Aneka kerajinan berbahan dasar limbah alias barang bekas banyak sekali dijumpai di pasar. Mulai dari eceng gondok, sabut kelapa, plastik minuman kemasan, karton bekas, kertas koran, kaleng bekas, kain perca, hingga modifikasi berbagai bahan dasar tersebut. Menurut Tyas Nastiti, salah seorang perajin limbah, mengolah bahan bekas menjadi sesuatu yang punya nilai jual memang butuh kejelian. “Seseorang itu mesti punya taste tentang seni dan menyukai craft. Dengan begitu dia akan kreatif mencari sumber bahan yang murah dan melimpah,” ujar mahasiswi Jurusan Desain Produk ITS yang mengolah barang bekas praktikum menjadi aksesori cantik. Ia mengawali bisnisnya ini juga dari hobi. “Kalau namanya sudah hobi, inovasi apapun pasti akan digali. Awalnya saya memang suka aksesori, tapi harganya kok mesti mahal. Iseng-iseng mengolah dari sisa ...