Langsung ke konten utama

Jakarta stocks up 0.02% on rising consumer prices

JAKARTA: Jakarta Composite Index (JCI), which measures the overall performance of Indonesian shares, was slightly up by 0.02% or 0.79 point to 3,837.76 at the closing session today, in response to the hike in consumer prices by 5.98% last month from a year earlier.

At the last minute trading, JCI moved in red zone. It moved within the range of 3,832.34-3,856.61. About one share advanced for every share that fell and more than a half of the shares traded in JCI today were unchanged.

An analyst at e-Trading Securities Wisnu Karto said the decrease in global market, including European stocks, pushed JCI to move only in limited range today.

Slowing European and Chinese manufacturing sectors are deepening the concern about debt crisis in Greece.

The increase in JCI was led by mining and consumer goods sectors. Shares that gained today were PT Gudang Garam Tbk which contributed 2.15 points to the index, followed by PT Astra International Tbk 1.67 points, PT Bumi Resources Tbk 1.22 points, and PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 1.19 points.

Shares that hampered the movement of JCI were PT XL Axiata Tbk with minus 3.01 points, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk minus 2.87 points, PT Kalbe Farma Tbk minus 1.50 points, and PT Bank Mandiri Tbk minus 1.36 points.

Bisnis-27 Index, the index of 27 stocks and launched by business daily newspaper dubbed Bisnis Indonesia, slipped 0.39% or 1.28 points to 331.43. Bisnis-27 Index moved within range 331.12-334.65.

Meanwhile, Stoxx Europe 600 declined 0.76% to 280.34 and FTSE 100 Index decreased 0.11% to 5,982.01.

In regional market, Nikkei-225 rose 0.27% to 9.719,61, Hang Seng declined 0.24% to 23,626.43, Shanghai SE gained 0.001% to 2,743.57, Kospi declined 0.05% to 2,141.34, and Straits Times increased 0.45% to 3,174.14.

The MSCI Asia Pacific Index gained 0.20% to 922.06.

Meanwhile, rupiah was traded up 0.06% against the US dollar at IDR8,538. (NOM)

nana.oktavia@bisnis.co.id (Ratna Ariyanti) 01 Jun, 2011


--
Source: http://www.bisnis.com/market-english/25726-jakarta-stocks-up-002-on-rising-consumer-prices
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Postingan populer dari blog ini

Peluang Usaha Kreatif Daur Ulang Limbah

Banyaknya limbah atau sampah yang setiap harinya diproduksi masyarakat, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yang ada di sekitar mereka. Segala macam usaha dilakukan pemerintah dan instansi swasta untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah sampah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program pemerintah untuk mengolah semua sampah, ternyata dimanfaatkan sebagian masyarakat menjadi peluang usaha baru yang bertujuan menyelamatkan lingkungan dari limbah sampah. Dengan munculnya peluang bisnis kreatif daur ulang limbah, dapat mengurangi jumlah limbah yang menumpuk serta memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku bisnisnya. Limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, dengan kreativitas dan inovasi dari para pelaku bisnis, limbah sampah dapat didaur ulang dan dirubah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Limbah organik seperti kayu, dedaunan, kulit telur serta tulang hewan dapat didaur ulang dan diolah menjadi berbagai kerajinan unik atau d...

Mainan Tempo Dulu Rezeki Masa Kini

Derasnya arus impor mainan anak asal China tak menyurutkan niat para pedagang mainan tradisional anak. Mereka optimistis pangsa pasarnya masih terbuka lebar. Mereka yakin para orangtua masih banyak yang menyukai kategori mainan ini, meskipun anak-anak saat ini mulai akrab dengan mainan modern (impor). “Mainan tradisional itu harus tetap dihidupkan sebagai varian permainan yang moderen. Ini karena tidak semua bahan mainan moderen bagus untuk anak-anak,” tutur Fitriana Anggraeni, warga Jemursari, salah satu penggemar mainan tradisional anak. Menurutnya, kebanyakan mainan moderen terbuat dari bahan plastik dan karet. “Kalau usia anak kita di bawah dua tahun belum ngerti, jadi kalau mainan suka digigit-gigit malah bahaya. Mendingan cari mainan bahan kayu yang tidak banyak dilapisi cat. Itu lebih aman,” ujar ibu satu anak ini. Ia mengenalkan putrinya yang kini berusia taman kanak-kanak dengan mainan dakon dan bongkar pasang balok kayu. “Mainan tradisional banyak ragamnya, tapi yang p...

Memilah Sampah Menuai Berkah

Keberadaan limbah tak selalu merugikan. Kejelian menangkap potensi dan sedikit sentuhan inovasi bisa menjadikan barang-barang bekas ini bernilai lebih. Aneka kerajinan berbahan dasar limbah alias barang bekas banyak sekali dijumpai di pasar. Mulai dari eceng gondok, sabut kelapa, plastik minuman kemasan, karton bekas, kertas koran, kaleng bekas, kain perca, hingga modifikasi berbagai bahan dasar tersebut. Menurut Tyas Nastiti, salah seorang perajin limbah, mengolah bahan bekas menjadi sesuatu yang punya nilai jual memang butuh kejelian. “Seseorang itu mesti punya taste tentang seni dan menyukai craft. Dengan begitu dia akan kreatif mencari sumber bahan yang murah dan melimpah,” ujar mahasiswi Jurusan Desain Produk ITS yang mengolah barang bekas praktikum menjadi aksesori cantik. Ia mengawali bisnisnya ini juga dari hobi. “Kalau namanya sudah hobi, inovasi apapun pasti akan digali. Awalnya saya memang suka aksesori, tapi harganya kok mesti mahal. Iseng-iseng mengolah dari sisa ...