Langsung ke konten utama

Jakarta stocks rose 0.28% on deflation outlook

JAKARTA: Jakarta Composite Index (JCI), which measures the overall performance of Indonesian shares, advanced 0.28% or 10.83 points to 3,836.97 at the closing session today, on positive sentiment that deflation  is predicted to continue in May.

The JCI was moving in the range of 3,819.31-3,841.43. About one share advanced for every one share that fell and more than a half of the shares traded in JCI today were unchanged.

The increase in JCI was led by PT Adaro Energy Tbk which contributed 3.76 points to the index, followed by PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 2.37 points, PT Bank Central Asia Tbk 1.43 points, and PT Kalbe Bhakti Investama 1.06 points.

Shares that hampered the movement of JCI were PT Bank Rakyat Indonesia Tbk with minus 1.44 points, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk minus 1.30 points, PT Indo Tambangraya Megah Tbk minus 0.86 point, and PT PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk minus 0.68 point.

Bank Indonesia Governor Darmin Nasution said last Friday that "inflation may not occur in May", estimating a deflation rate of less than 0.1% on a monthly basis, pushing down the yearly headline inflation to between 5.8% and 5.9%.

The Central Statistics Agency will announce the official May inflation data tomorrow.

An analyst at PT Woori Korindo Securities Indonesia Teuku Hendry Andrean said that the food prices continue to fall and ease the pressure on the inflation pace.

Andrean said the rising JCI today also was triggered by the positive sentiment from regional market.

"Market show positive movement after European leaders leaders said that they will decide on a new aid package for Greece by the end of next month. It was considered as a good signal to counter the debt crisis," said Andrean.

Bisnis-27 Index, the index of 27 stocks and launched by business daily newspaper dubbed Bisnis Indonesia, increased 0.28% or 0.92 points to 332.71. Bisnis-27 Index moved within range of 330.99-333.59.

Most of the regional markets were traded in green zone. Nikkei-225 rose 0.42% to 9,693.73, Hang Seng hiked 2.16% to 23,684.13, Shanghai SE gained 1.37% to 2,743.47, Kospi climbed 2.32% to 2,142.47, and Straits Times increased 0.44% to 3,154.63.

The MSCI Asia Pacific Index inched-up 2.19% to 919.98.

Meanwhile, rupiah climbed 0.06% against the US dollar at IDR8,543. (NOM)

nana.oktavia@bisnis.co.id (Ratna Ariyanti) 31 May, 2011


--
Source: http://www.bisnis.com/market-english/25572-jakarta-stocks-rose-028-on-deflation-outlook
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Postingan populer dari blog ini

Peluang Usaha Kreatif Daur Ulang Limbah

Banyaknya limbah atau sampah yang setiap harinya diproduksi masyarakat, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yang ada di sekitar mereka. Segala macam usaha dilakukan pemerintah dan instansi swasta untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah sampah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program pemerintah untuk mengolah semua sampah, ternyata dimanfaatkan sebagian masyarakat menjadi peluang usaha baru yang bertujuan menyelamatkan lingkungan dari limbah sampah. Dengan munculnya peluang bisnis kreatif daur ulang limbah, dapat mengurangi jumlah limbah yang menumpuk serta memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku bisnisnya. Limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, dengan kreativitas dan inovasi dari para pelaku bisnis, limbah sampah dapat didaur ulang dan dirubah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Limbah organik seperti kayu, dedaunan, kulit telur serta tulang hewan dapat didaur ulang dan diolah menjadi berbagai kerajinan unik atau d...

Mainan Tempo Dulu Rezeki Masa Kini

Derasnya arus impor mainan anak asal China tak menyurutkan niat para pedagang mainan tradisional anak. Mereka optimistis pangsa pasarnya masih terbuka lebar. Mereka yakin para orangtua masih banyak yang menyukai kategori mainan ini, meskipun anak-anak saat ini mulai akrab dengan mainan modern (impor). “Mainan tradisional itu harus tetap dihidupkan sebagai varian permainan yang moderen. Ini karena tidak semua bahan mainan moderen bagus untuk anak-anak,” tutur Fitriana Anggraeni, warga Jemursari, salah satu penggemar mainan tradisional anak. Menurutnya, kebanyakan mainan moderen terbuat dari bahan plastik dan karet. “Kalau usia anak kita di bawah dua tahun belum ngerti, jadi kalau mainan suka digigit-gigit malah bahaya. Mendingan cari mainan bahan kayu yang tidak banyak dilapisi cat. Itu lebih aman,” ujar ibu satu anak ini. Ia mengenalkan putrinya yang kini berusia taman kanak-kanak dengan mainan dakon dan bongkar pasang balok kayu. “Mainan tradisional banyak ragamnya, tapi yang p...

Memilah Sampah Menuai Berkah

Keberadaan limbah tak selalu merugikan. Kejelian menangkap potensi dan sedikit sentuhan inovasi bisa menjadikan barang-barang bekas ini bernilai lebih. Aneka kerajinan berbahan dasar limbah alias barang bekas banyak sekali dijumpai di pasar. Mulai dari eceng gondok, sabut kelapa, plastik minuman kemasan, karton bekas, kertas koran, kaleng bekas, kain perca, hingga modifikasi berbagai bahan dasar tersebut. Menurut Tyas Nastiti, salah seorang perajin limbah, mengolah bahan bekas menjadi sesuatu yang punya nilai jual memang butuh kejelian. “Seseorang itu mesti punya taste tentang seni dan menyukai craft. Dengan begitu dia akan kreatif mencari sumber bahan yang murah dan melimpah,” ujar mahasiswi Jurusan Desain Produk ITS yang mengolah barang bekas praktikum menjadi aksesori cantik. Ia mengawali bisnisnya ini juga dari hobi. “Kalau namanya sudah hobi, inovasi apapun pasti akan digali. Awalnya saya memang suka aksesori, tapi harganya kok mesti mahal. Iseng-iseng mengolah dari sisa ...