Langsung ke konten utama

INDY stocks drop in 3 days, on decreasing net income

JAKARTA: Shares of an integrated energy company PT Indika Energy Tbk dropped in three straight days after the company reported a slight decrease in 1Q net income due to higher total costs of contracts and of goods sold.

The INDY-coded stock abated 2.37% or IDR100 to IDR4,125 at the Jakarta Stock Exchange at the midday break today with a price to earnings ratio at 27.85.

Indika posted IDR265.16 billion net income or IDR51 a share in the first quarter, dropping by 9.11% from its net income in the same period last year. The gross profit fell 26.74% to IDR126.92 billion.

The company booked 5.11% revenue increase in the first quarter, however the total cost of contracts and of goods sold climbed 11.58% to IDR641.76 billion.

PT Gunung Bayan Pratama Coal contributed IDR155.31 billion or 22.64% to the company's total contracts and service revenues. Meanwhile, PT Adimitra Baratama Nusantara's contracts were valued at IDR101.18 billion, PT Santan Batubara with IDR99.25 billion, PT Freeport Indonesia with IDR73.95 billion, PT Perta-Samtan Gas with IDR71.87 billion, and JOB Pertamina Talisman Jambi Merang with IDR15.86 billion. Meanwhile other parties with contract value less than IDR50 billion contributed IDR168.71 billion to the company's total contracts and service revenues.

Meanwhile, PT Bayan Resources Tbk gave the biggest contribution to its total sales of coal, amounting to IDR72.89 billion or 88.29%.(NOM)

nana.oktavia@bisnis.co.id (Ratna Ariyanti) 03 Jun, 2011


--
Source: http://www.bisnis.com/corporate/25875-indy-stocks-drop-in-3-days-on-decreasing-net-income
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Postingan populer dari blog ini

Memilah Sampah Menuai Berkah

Keberadaan limbah tak selalu merugikan. Kejelian menangkap potensi dan sedikit sentuhan inovasi bisa menjadikan barang-barang bekas ini bernilai lebih. Aneka kerajinan berbahan dasar limbah alias barang bekas banyak sekali dijumpai di pasar. Mulai dari eceng gondok, sabut kelapa, plastik minuman kemasan, karton bekas, kertas koran, kaleng bekas, kain perca, hingga modifikasi berbagai bahan dasar tersebut. Menurut Tyas Nastiti, salah seorang perajin limbah, mengolah bahan bekas menjadi sesuatu yang punya nilai jual memang butuh kejelian. “Seseorang itu mesti punya taste tentang seni dan menyukai craft. Dengan begitu dia akan kreatif mencari sumber bahan yang murah dan melimpah,” ujar mahasiswi Jurusan Desain Produk ITS yang mengolah barang bekas praktikum menjadi aksesori cantik. Ia mengawali bisnisnya ini juga dari hobi. “Kalau namanya sudah hobi, inovasi apapun pasti akan digali. Awalnya saya memang suka aksesori, tapi harganya kok mesti mahal. Iseng-iseng mengolah dari sisa ...

Peluang Usaha Kreatif Daur Ulang Limbah

Banyaknya limbah atau sampah yang setiap harinya diproduksi masyarakat, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yang ada di sekitar mereka. Segala macam usaha dilakukan pemerintah dan instansi swasta untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah sampah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program pemerintah untuk mengolah semua sampah, ternyata dimanfaatkan sebagian masyarakat menjadi peluang usaha baru yang bertujuan menyelamatkan lingkungan dari limbah sampah. Dengan munculnya peluang bisnis kreatif daur ulang limbah, dapat mengurangi jumlah limbah yang menumpuk serta memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku bisnisnya. Limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, dengan kreativitas dan inovasi dari para pelaku bisnis, limbah sampah dapat didaur ulang dan dirubah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Limbah organik seperti kayu, dedaunan, kulit telur serta tulang hewan dapat didaur ulang dan diolah menjadi berbagai kerajinan unik atau d...

Berbaik-Baiklah Pada Pelanggan

Salah satu kunci sukses dalam berusaha adalah menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan dan calon pelanggan. Pelanggan yang puas akan menjadi pengguna setia, bahkan menjadi pemasar aktif produk kita. Cros and Garret Smith konsultan bisnis dunia, mengungkapkan hubungan baik bisa dicapai lewat beberapa langkah : Pertama, membuat nama merek familiar dengan kebanyakan pasar sasaran yang dituju (awareness bonding). Merek yang mudah dilafalkan masyarakat sasaran, biasanya jauh lebih mudah dikenal dan diingat konsumen saat bertransaksi. Kedua, menciptakan loyalitas merek (identifying bonding) dengan membuat merek berdasar komunitas, ikatan emosional kelompok sasaran dan lain-lain. Misalnya kelompok merek Bintang Songo bisa dibuat dalam berbagai penamaan yang sesuai. Misalnya, produk pakan ternak menggunakan BISON, hasil pertanian menggunakan BINGO. Dengan singkatan apapun, kepanjangannya tetap Bintang Songo. Ketiga, membangun konsep hubungan dua arah antara produsen dan konsumen (re...