Langsung ke konten utama

Ciputra Adigraha-Lotte sign agreement for leasing at Ciputra World

JAKARTA: PT Ciputra Adigraha, a subsidiary of PT Ciputra Property Tbk , signed a lease agreement with PT Lotte Shopping Plaza Indonesia. Under the agreement, Lotte will rent and manage the entire area of Ciputra World mall for a period of 20 years.

The 130,000-sqm mall is part of Ciputra World Jakarta which is in construction process and takes place at one of prominent Jakarta business districs.

In a press statement, the company said that the mall in Ciputra World is expected to operate by the second half next year. This mall is going to be integrated to other facilities in Ciputra World such as Raffles Hotel, myHome apartments, Raffles Residences, Ciputra World office Tower as well as Ciputra Artpreneur Centre which consists of an art museum and auditorium.

Lotte Group previously entered Indonesian markeyt through acquisition of PT Makro Indonesia and by opening as well as managing Lotte Mart, a hypermarket which is rapidly developing. Currently, there are 21 Lotte Mart outlets in Indonesia. Lotte is now bringing in Lotte Department Store into Indonesian market by first targeting Ciputra World Jakarta.

Lotte group is the largest retail group in South Korea and has operation in nine countries including South Korea, Japan, Vietnam, China, Indonesia and Russia. The group's line of business consists of retail, food & beverage, tourism, petrochemical, construction and manufacturing. In retail sector, Lotte owns and manages Lotte Department Store, Lotte Mart, Lotte Super, Lotte Duty Free Store and Lotte Home Shopping. In Seoul's central business district, Lotte owns Lotte Department Store which houses well known brand names such as Louis Vuitton, Hermes, Gucci, etc.(NOM)

nana.oktavia@bisnis.co.id (Ratna Ariyanti) 03 Jun, 2011


--
Source: http://www.bisnis.com/business/25877-ciputra-adigraha-lotte-sign-lease-agreement-at-ciputra-world
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Postingan populer dari blog ini

Peluang Usaha Kreatif Daur Ulang Limbah

Banyaknya limbah atau sampah yang setiap harinya diproduksi masyarakat, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yang ada di sekitar mereka. Segala macam usaha dilakukan pemerintah dan instansi swasta untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah sampah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program pemerintah untuk mengolah semua sampah, ternyata dimanfaatkan sebagian masyarakat menjadi peluang usaha baru yang bertujuan menyelamatkan lingkungan dari limbah sampah. Dengan munculnya peluang bisnis kreatif daur ulang limbah, dapat mengurangi jumlah limbah yang menumpuk serta memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku bisnisnya. Limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, dengan kreativitas dan inovasi dari para pelaku bisnis, limbah sampah dapat didaur ulang dan dirubah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Limbah organik seperti kayu, dedaunan, kulit telur serta tulang hewan dapat didaur ulang dan diolah menjadi berbagai kerajinan unik atau d...

Mainan Tempo Dulu Rezeki Masa Kini

Derasnya arus impor mainan anak asal China tak menyurutkan niat para pedagang mainan tradisional anak. Mereka optimistis pangsa pasarnya masih terbuka lebar. Mereka yakin para orangtua masih banyak yang menyukai kategori mainan ini, meskipun anak-anak saat ini mulai akrab dengan mainan modern (impor). “Mainan tradisional itu harus tetap dihidupkan sebagai varian permainan yang moderen. Ini karena tidak semua bahan mainan moderen bagus untuk anak-anak,” tutur Fitriana Anggraeni, warga Jemursari, salah satu penggemar mainan tradisional anak. Menurutnya, kebanyakan mainan moderen terbuat dari bahan plastik dan karet. “Kalau usia anak kita di bawah dua tahun belum ngerti, jadi kalau mainan suka digigit-gigit malah bahaya. Mendingan cari mainan bahan kayu yang tidak banyak dilapisi cat. Itu lebih aman,” ujar ibu satu anak ini. Ia mengenalkan putrinya yang kini berusia taman kanak-kanak dengan mainan dakon dan bongkar pasang balok kayu. “Mainan tradisional banyak ragamnya, tapi yang p...

Memilah Sampah Menuai Berkah

Keberadaan limbah tak selalu merugikan. Kejelian menangkap potensi dan sedikit sentuhan inovasi bisa menjadikan barang-barang bekas ini bernilai lebih. Aneka kerajinan berbahan dasar limbah alias barang bekas banyak sekali dijumpai di pasar. Mulai dari eceng gondok, sabut kelapa, plastik minuman kemasan, karton bekas, kertas koran, kaleng bekas, kain perca, hingga modifikasi berbagai bahan dasar tersebut. Menurut Tyas Nastiti, salah seorang perajin limbah, mengolah bahan bekas menjadi sesuatu yang punya nilai jual memang butuh kejelian. “Seseorang itu mesti punya taste tentang seni dan menyukai craft. Dengan begitu dia akan kreatif mencari sumber bahan yang murah dan melimpah,” ujar mahasiswi Jurusan Desain Produk ITS yang mengolah barang bekas praktikum menjadi aksesori cantik. Ia mengawali bisnisnya ini juga dari hobi. “Kalau namanya sudah hobi, inovasi apapun pasti akan digali. Awalnya saya memang suka aksesori, tapi harganya kok mesti mahal. Iseng-iseng mengolah dari sisa ...