Langsung ke konten utama

BPR disburses IDR36.36 trillion credit

JAKARTA: The amount credit that has been distributed by rural credit bank (BPR) until April 2011 reached IDR36.36 trillion or 7.44% higher compared to the end of 2010 around IDR33.84 trillion.

Based on data from Bank Indonesia, the credit was disbursed by 1,680 BPR to 3.1 million borrowers, which means each customer in average received IDR11, 71 million loans.

The performance during the first 4 months of 2011 is in accordance to the association's target, Chairman of the Association of Indonesia Rural Credit Bank (Perbarindo) Joko Suyanto said.

Based on the figure until the end of April 2011, he is optimistic that the credit growth target of 20% to 25% can be achieved. "If it seen from the growth during the 4 months that reached 7.44% then the growth will exceed 20% if multiplied by 3 to 12 months,"

Moreover, credit growth in Q2 and Q3 is predicted to increase higher than Q1 due to national events such as Eid ul-Fitr and new school year.

"Approaching to Eid ul-Fitr, demand for credit will increase, mostly for trader's working capital. In new school year, financing also will increase primarily to finance the children administration for school," he said.

He added the performance up to April 2011 showed that BPR developed horizontally rather than vertically. "BPR grows not because it disburse loan to one debtor in great number but rather to many customers."

According to him, it is a positive thing that risk of credit spread out to many borrowers. "Risk mitigation will be much better so that we are optimistic to create better credit," he said.

Deposits as of April 2011 reached IDR38.79 trilion or 2.75% higher from the end of 2010. It is still dominates source from BPR with portion of 59.21%. (t06/msw)

sarwani@bisnis.co.id (Donald Banjarnahor & M. Sarwani) 06 Jun, 2011


--
Source: http://www.bisnis.com/market-english/26187-bpr-disburses-idr3636-trillion-credit
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Postingan populer dari blog ini

Peluang Usaha Kreatif Daur Ulang Limbah

Banyaknya limbah atau sampah yang setiap harinya diproduksi masyarakat, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yang ada di sekitar mereka. Segala macam usaha dilakukan pemerintah dan instansi swasta untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah sampah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program pemerintah untuk mengolah semua sampah, ternyata dimanfaatkan sebagian masyarakat menjadi peluang usaha baru yang bertujuan menyelamatkan lingkungan dari limbah sampah. Dengan munculnya peluang bisnis kreatif daur ulang limbah, dapat mengurangi jumlah limbah yang menumpuk serta memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku bisnisnya. Limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, dengan kreativitas dan inovasi dari para pelaku bisnis, limbah sampah dapat didaur ulang dan dirubah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Limbah organik seperti kayu, dedaunan, kulit telur serta tulang hewan dapat didaur ulang dan diolah menjadi berbagai kerajinan unik atau d...

Mainan Tempo Dulu Rezeki Masa Kini

Derasnya arus impor mainan anak asal China tak menyurutkan niat para pedagang mainan tradisional anak. Mereka optimistis pangsa pasarnya masih terbuka lebar. Mereka yakin para orangtua masih banyak yang menyukai kategori mainan ini, meskipun anak-anak saat ini mulai akrab dengan mainan modern (impor). “Mainan tradisional itu harus tetap dihidupkan sebagai varian permainan yang moderen. Ini karena tidak semua bahan mainan moderen bagus untuk anak-anak,” tutur Fitriana Anggraeni, warga Jemursari, salah satu penggemar mainan tradisional anak. Menurutnya, kebanyakan mainan moderen terbuat dari bahan plastik dan karet. “Kalau usia anak kita di bawah dua tahun belum ngerti, jadi kalau mainan suka digigit-gigit malah bahaya. Mendingan cari mainan bahan kayu yang tidak banyak dilapisi cat. Itu lebih aman,” ujar ibu satu anak ini. Ia mengenalkan putrinya yang kini berusia taman kanak-kanak dengan mainan dakon dan bongkar pasang balok kayu. “Mainan tradisional banyak ragamnya, tapi yang p...

Memilah Sampah Menuai Berkah

Keberadaan limbah tak selalu merugikan. Kejelian menangkap potensi dan sedikit sentuhan inovasi bisa menjadikan barang-barang bekas ini bernilai lebih. Aneka kerajinan berbahan dasar limbah alias barang bekas banyak sekali dijumpai di pasar. Mulai dari eceng gondok, sabut kelapa, plastik minuman kemasan, karton bekas, kertas koran, kaleng bekas, kain perca, hingga modifikasi berbagai bahan dasar tersebut. Menurut Tyas Nastiti, salah seorang perajin limbah, mengolah bahan bekas menjadi sesuatu yang punya nilai jual memang butuh kejelian. “Seseorang itu mesti punya taste tentang seni dan menyukai craft. Dengan begitu dia akan kreatif mencari sumber bahan yang murah dan melimpah,” ujar mahasiswi Jurusan Desain Produk ITS yang mengolah barang bekas praktikum menjadi aksesori cantik. Ia mengawali bisnisnya ini juga dari hobi. “Kalau namanya sudah hobi, inovasi apapun pasti akan digali. Awalnya saya memang suka aksesori, tapi harganya kok mesti mahal. Iseng-iseng mengolah dari sisa ...