Langsung ke konten utama

Langgeng Makmur sets IDR30 billion capex

SURABAYA: Plastic houseware manufacturer, PT Langgeng Makmur Industri Tbk prepares IDR30 billion for its capital expenditure.

Director of Finance Kosasih stated the fund will be allocated for new product innovation and improving production capacity at all lines.

The fund, he continued, was derived from bank loan, which has entered the second period. In 2010, the company obtained an extra loan facility totaling IDR150 billion. The amount is divided into two objectives, namely IDR129 billion for working capital loan and IDR50 billion will be fixed loan.

The remaining IDR21 billion will be allocated for investment credit. "Loan facility from Bank Mandiri is a refinancing from Bank BRI that has served as our banker in 2009."

The company cannot fulfill the capex due to lower net income in 2010 at IDR2.79 billion from IDR5.99 billion.

The decrease was due to narrowing operating income to IDR15.58 billion from IDR17.91 billion in 2009. "Smaller profit leads to smaller earnings per share at IDR2.77 in 2010 from IDR5.94 in 2009."

Moreover, he continued, the credit option was taken as the company has been recording loss as much as IDR102 billion since 1998. In fact, the company has not handed dividend since 1997.

To improve its performance in 2011, the company targets to increase sales by 10% from 2010 achievement at IDR441 billion. Per May 2011, the company recorded IDR98 billion sales of which 51.6% came from aluminum cooking equipment sales. (T05/NOM)

nana.oktavia@bisnis.co.id (Ashari Purwo) 03 Jun, 2011


--
Source: http://www.bisnis.com/business/25891-langgeng-makmur-sets-idr30-billion-capex
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Postingan populer dari blog ini

Berbaik-Baiklah Pada Pelanggan

Salah satu kunci sukses dalam berusaha adalah menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan dan calon pelanggan. Pelanggan yang puas akan menjadi pengguna setia, bahkan menjadi pemasar aktif produk kita. Cros and Garret Smith konsultan bisnis dunia, mengungkapkan hubungan baik bisa dicapai lewat beberapa langkah : Pertama, membuat nama merek familiar dengan kebanyakan pasar sasaran yang dituju (awareness bonding). Merek yang mudah dilafalkan masyarakat sasaran, biasanya jauh lebih mudah dikenal dan diingat konsumen saat bertransaksi. Kedua, menciptakan loyalitas merek (identifying bonding) dengan membuat merek berdasar komunitas, ikatan emosional kelompok sasaran dan lain-lain. Misalnya kelompok merek Bintang Songo bisa dibuat dalam berbagai penamaan yang sesuai. Misalnya, produk pakan ternak menggunakan BISON, hasil pertanian menggunakan BINGO. Dengan singkatan apapun, kepanjangannya tetap Bintang Songo. Ketiga, membangun konsep hubungan dua arah antara produsen dan konsumen (re...

Berusaha Makmur dari Bisnis Jamur

Bisnis makanan jamur olahan semakin terus menjamur. Tak sedikit para pelaku bisnis ini yang mencicipi kenyalnya laba jamur olahan. Bagi pasangan karib Nur Cholis dan Tririan Ariyanto, bisnis snack jamur alias kudapan jamur yang mereka rintis sejak dua tahun silam bukan asal-asalan. “Ide awalnya ingin membuka warung makanan kecil-kecilan tapi jenisnya makanan sehat dengan rasa terjamin. Kebetulan, waktu itu teman saya punya kenalan petani jamur. Dari sinilah ide ini berkembang,” ujar Nur Cholis, pemilik gerai Muhsroom Factory mengawali percakapan. Diceritakannya, tiga tahun silam, bisnis makanan ringan semacam ini masih dianggap remeh-temeh. Sampai saat ini pun, pelaku usaha sejenis masih bisa dihitung dengan jari. Tak hanya di Surabaya, bisnis makanan jamur olahan juga bisa dijumpai di daerah Bogor, Bandung, Jakarta. Jenis makanannya pun bervariasi, mulai jamur dibungkus tepung lalu digoreng, sate jamur, hingga nugget jamur. Rasanya mak nyus! Kenyalnya mirip daging. Lidah penikm...

Menghias Untung dari Wadah Parcel

Ketertarikan konsumen terhadap parcel bukan terbatas hanya dari isi atau bagaimana pengemasannya. Kini, parcel tampil makin cantik berkat wadahnya. Alhasil, ragam wadah pun mulai diproduksi menggunakan bahan baku rotan, kawat, besi, hingga yang terbuat dari bahan limbah atau daur ulang. Usaha yang paling menggiurkan menjelang Lebaran sekarang ini, salah satunya adalah bisnis yang berhubungan dengan parcel. Setiap memasuki bulan Ramadan, produk atau kerajinan tempat parcel menjadi jujugan mereka yang bergelut di usaha pengemasan parcel. Seiring dengan perkembangan kebutuhan dan tren, wadah parcel tak lagi konvensional, baik bahan maupun modelnya. Kini, wadah parcel kian beragam, mulai dari rotan, kombinasi rotan dan besi, besi atau kawat, box kardus hingga yang terbuat dari bahan limbah atau daur ulang. Diana Sari, warga Ngagel Surabaya yang biasa menerima pesanan parcel mengaku, jauh sebelum bulan Ramadan ia telah berburu contoh-contoh wadah parcel yang akan ia tawarkan ke konsu...