Langsung ke konten utama

JCI slides 0.09 point to 3,837.67

JAKARTA: Jakarta Composite Index (JCI), which measures the overall performance of Indonesian shares, slightly decreased 0.002% or 0.09 point to 3,837.67 at opening session in line with regional market which mainly moved in red zone.



At the early trading, JCI continued to decline. As of 09.44, JCI abated 0.30% or 11.33 points to 3,826.43.

The JCI was moving at the range of 3,812.43-3,838.17. About four shares fell for every one share up. More than a half of the shares traded were unchanged.

A decreasing of blue chip shares was dragging JCI down. Share of PT Atra International Tbk gave –2.86 points contribution, followed by PT Telekomunikasi Indonesia Tbk with –2.37 points, PT Perusahaan Gas Negara Tbk with -1.43 points, and PT Bank Mandiri with –1.36 points.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk was one of several stocks that prevented the index drop with positive contribution of 1.44 points. Included in this line are shares of PT Bank Central Asia Tbk with 1.44 points, PT Unilever Indonesia Tbk with 0.90 point, and PT International Nickel Indonesia Tbk with 0.29 point.

BISNIS-27 Index, the stock benchmark covering 27 stocks and launched by business daily newspaper dubbed Bisnis Indonesia, slightly decreased 0.01% or 0.003 point to 331.42.
Meanwhile, Dow Jones Industrial Average declined 0.34% to 12,248.55 and Nasdaq rose 0.15% to 2,773.31.

In the regional market, Nikkei 225 declined 0.32% to 9,524.17, Hang Seng in Hong Kong market slipped 0.52% to 23,133.64. Shanghai SE increased 0.26% to 2,712.31, South Korean's Kospi declined 0.12% to 2,111.62, and Straits Times in Singapore decreased 0.37% to 3,148.89.

The MSCI Asia Pacific Index abated 0.14% to 905.21.

The rupiah traded slightly gained 0.06% against the US dollar at IDR8,538. (msw)

 

sarwani@bisnis.co.id (Ratna Ariyanti) 03 Jun, 2011


--
Source: http://www.bisnis.com/market-english/25850-jci-slides-009-poin-to-383767
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Postingan populer dari blog ini

Berbaik-Baiklah Pada Pelanggan

Salah satu kunci sukses dalam berusaha adalah menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan dan calon pelanggan. Pelanggan yang puas akan menjadi pengguna setia, bahkan menjadi pemasar aktif produk kita. Cros and Garret Smith konsultan bisnis dunia, mengungkapkan hubungan baik bisa dicapai lewat beberapa langkah : Pertama, membuat nama merek familiar dengan kebanyakan pasar sasaran yang dituju (awareness bonding). Merek yang mudah dilafalkan masyarakat sasaran, biasanya jauh lebih mudah dikenal dan diingat konsumen saat bertransaksi. Kedua, menciptakan loyalitas merek (identifying bonding) dengan membuat merek berdasar komunitas, ikatan emosional kelompok sasaran dan lain-lain. Misalnya kelompok merek Bintang Songo bisa dibuat dalam berbagai penamaan yang sesuai. Misalnya, produk pakan ternak menggunakan BISON, hasil pertanian menggunakan BINGO. Dengan singkatan apapun, kepanjangannya tetap Bintang Songo. Ketiga, membangun konsep hubungan dua arah antara produsen dan konsumen (re...

Berusaha Makmur dari Bisnis Jamur

Bisnis makanan jamur olahan semakin terus menjamur. Tak sedikit para pelaku bisnis ini yang mencicipi kenyalnya laba jamur olahan. Bagi pasangan karib Nur Cholis dan Tririan Ariyanto, bisnis snack jamur alias kudapan jamur yang mereka rintis sejak dua tahun silam bukan asal-asalan. “Ide awalnya ingin membuka warung makanan kecil-kecilan tapi jenisnya makanan sehat dengan rasa terjamin. Kebetulan, waktu itu teman saya punya kenalan petani jamur. Dari sinilah ide ini berkembang,” ujar Nur Cholis, pemilik gerai Muhsroom Factory mengawali percakapan. Diceritakannya, tiga tahun silam, bisnis makanan ringan semacam ini masih dianggap remeh-temeh. Sampai saat ini pun, pelaku usaha sejenis masih bisa dihitung dengan jari. Tak hanya di Surabaya, bisnis makanan jamur olahan juga bisa dijumpai di daerah Bogor, Bandung, Jakarta. Jenis makanannya pun bervariasi, mulai jamur dibungkus tepung lalu digoreng, sate jamur, hingga nugget jamur. Rasanya mak nyus! Kenyalnya mirip daging. Lidah penikm...

Menghias Untung dari Wadah Parcel

Ketertarikan konsumen terhadap parcel bukan terbatas hanya dari isi atau bagaimana pengemasannya. Kini, parcel tampil makin cantik berkat wadahnya. Alhasil, ragam wadah pun mulai diproduksi menggunakan bahan baku rotan, kawat, besi, hingga yang terbuat dari bahan limbah atau daur ulang. Usaha yang paling menggiurkan menjelang Lebaran sekarang ini, salah satunya adalah bisnis yang berhubungan dengan parcel. Setiap memasuki bulan Ramadan, produk atau kerajinan tempat parcel menjadi jujugan mereka yang bergelut di usaha pengemasan parcel. Seiring dengan perkembangan kebutuhan dan tren, wadah parcel tak lagi konvensional, baik bahan maupun modelnya. Kini, wadah parcel kian beragam, mulai dari rotan, kombinasi rotan dan besi, besi atau kawat, box kardus hingga yang terbuat dari bahan limbah atau daur ulang. Diana Sari, warga Ngagel Surabaya yang biasa menerima pesanan parcel mengaku, jauh sebelum bulan Ramadan ia telah berburu contoh-contoh wadah parcel yang akan ia tawarkan ke konsu...