Langsung ke konten utama

Jakarta stocks fall 0.07% at midday break

JAKARTA: Jakarta Composite Index (JCI), which measures the overall performance of Indonesian shares, slightly decreased 0.07% or 2.72 points to 3,835.04 in the midday trading, tailing correction at regional markets as investors waited for the US job claim's report.

The JCI was moving in the range of 3,812.43-3,841.49. About two shares fell for every share that was up. More than half of the shares were unchanged.

Some blue chip shares were dragging JCI down, including PT Bank Mandiri Tbk which gave -2.72 points contribution, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk with -1.19 points, PT Adaro Energy Tbk -0.94 point, and PT Perusahaan Gas Negara Tbk -0.71 point.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk was one of several stocks that held up the index with positive contribution of 5.75 points. Included in this line were shares of PT XL Axiata Tbk 1.50 points, PT Bank Negara Indonesia Tbk 1.09 points, and PT Unilever Indonesia Tbk 0.90 point.

BISNIS-27 Index, the index of 27 stocks and launched by business daily newspaper dubbed Bisnis Indonesia, also slipped 0.07% or 0.24 point to 331.67. BISNIS-27 Index was moving within range 329.03-332.51.

Meanwhile, most Asian stocks declined before Labor Department launched the report that would show slowing US job growth.

"Investors are going to be on hold today, waiting for the jobs report," said Juichi Wako, a Tokyo-based senior strategist at Nomura Holdings Inc., Japan's biggest brokerage, cited by Bloomberg. "We've had some poor data out of the US lately, and the employment numbers will help settle some questions."

Nikkei 225 declined 0.44% to 9,513.91, Hang Seng in Hong Kong market decreased 0.28% to 23,187.65. Shanghai SE rose 0.89% to 2,729.38, South Korean's Kospi increased 0.26% to 2,120.01, and Straits Times in Singapore decreased 0.37% to 3,148.77.

The MSCI Asia Pacific excluding Japan Index gained 0.03% to 906.75. The rupiah slightly advanced 0.04% against the US dollar at IDR8,540.(NOM)

nana.oktavia@bisnis.co.id (Ratna Ariyanti) 03 Jun, 2011


--
Source: http://www.bisnis.com/market-english/25872-jakarta-stocks-fall-007-at-midday-break
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Postingan populer dari blog ini

Memilah Sampah Menuai Berkah

Keberadaan limbah tak selalu merugikan. Kejelian menangkap potensi dan sedikit sentuhan inovasi bisa menjadikan barang-barang bekas ini bernilai lebih. Aneka kerajinan berbahan dasar limbah alias barang bekas banyak sekali dijumpai di pasar. Mulai dari eceng gondok, sabut kelapa, plastik minuman kemasan, karton bekas, kertas koran, kaleng bekas, kain perca, hingga modifikasi berbagai bahan dasar tersebut. Menurut Tyas Nastiti, salah seorang perajin limbah, mengolah bahan bekas menjadi sesuatu yang punya nilai jual memang butuh kejelian. “Seseorang itu mesti punya taste tentang seni dan menyukai craft. Dengan begitu dia akan kreatif mencari sumber bahan yang murah dan melimpah,” ujar mahasiswi Jurusan Desain Produk ITS yang mengolah barang bekas praktikum menjadi aksesori cantik. Ia mengawali bisnisnya ini juga dari hobi. “Kalau namanya sudah hobi, inovasi apapun pasti akan digali. Awalnya saya memang suka aksesori, tapi harganya kok mesti mahal. Iseng-iseng mengolah dari sisa ...

Peluang Usaha Kreatif Daur Ulang Limbah

Banyaknya limbah atau sampah yang setiap harinya diproduksi masyarakat, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yang ada di sekitar mereka. Segala macam usaha dilakukan pemerintah dan instansi swasta untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah sampah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program pemerintah untuk mengolah semua sampah, ternyata dimanfaatkan sebagian masyarakat menjadi peluang usaha baru yang bertujuan menyelamatkan lingkungan dari limbah sampah. Dengan munculnya peluang bisnis kreatif daur ulang limbah, dapat mengurangi jumlah limbah yang menumpuk serta memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku bisnisnya. Limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, dengan kreativitas dan inovasi dari para pelaku bisnis, limbah sampah dapat didaur ulang dan dirubah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Limbah organik seperti kayu, dedaunan, kulit telur serta tulang hewan dapat didaur ulang dan diolah menjadi berbagai kerajinan unik atau d...

Berbaik-Baiklah Pada Pelanggan

Salah satu kunci sukses dalam berusaha adalah menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan dan calon pelanggan. Pelanggan yang puas akan menjadi pengguna setia, bahkan menjadi pemasar aktif produk kita. Cros and Garret Smith konsultan bisnis dunia, mengungkapkan hubungan baik bisa dicapai lewat beberapa langkah : Pertama, membuat nama merek familiar dengan kebanyakan pasar sasaran yang dituju (awareness bonding). Merek yang mudah dilafalkan masyarakat sasaran, biasanya jauh lebih mudah dikenal dan diingat konsumen saat bertransaksi. Kedua, menciptakan loyalitas merek (identifying bonding) dengan membuat merek berdasar komunitas, ikatan emosional kelompok sasaran dan lain-lain. Misalnya kelompok merek Bintang Songo bisa dibuat dalam berbagai penamaan yang sesuai. Misalnya, produk pakan ternak menggunakan BISON, hasil pertanian menggunakan BINGO. Dengan singkatan apapun, kepanjangannya tetap Bintang Songo. Ketiga, membangun konsep hubungan dua arah antara produsen dan konsumen (re...